BEM FKM UNHAS
PERIODE 2024-2025

IMG_20210217_013809

Press Release: Book Review For Today I

       Pada hari Sabtu, 23 Januari 2021 dilaksanakan kegiatan Book Review for Today. Dimana pada kesemapatn tersebut membahas sebuah buku yang sangat menarik dari Dr. Mansour Fakih yang berjudul Analisis Gender dan Transformasi Sosial.

 

Didalam buku tersebut menyajikan beberapa gambaran ketidakadilan sosial yang disebabkan oleh struktur ekonomi-politik kapitalisme secara rinci. Struktur ekonomi-politik yang kerap membuat kesetaraan gender menjadi timpang.

 

Menurut Mansour Fakih, persoalannya terletak pada belum banyaknya orang yang tahu menahu serta dapat membedakan antara “Gender” dan “Seks”. Kata Gender terdengar asing, sementara kata seks masih terlalu tabu diwilayah atau ingkungan masyarakat kita. Seks merupakan jenis kelamin atau biologis dan kodrat dari Tuhan yang tidak dapat diubah/permanen. Sedangkan Gender berarti perbedaan yang bukan biologis dan bukan kodrat dari Tuhan. Bisa dikatakan juga bahwa Gender adalah perbedaan perilaku antara lakilaki dan perempuan yang telah di kontruksi secara sosial. Atau bisa disebut perbedaan yang bukan kodrat dan bukan dari Tuhan. Melainkan diciptakan oleh manusia melalui proses sosial-kultural yang sangat panjang.

 

Gambaran mengenai perempuan yang lemah lembut, cantik, emosional, keibuan, berperasaan, dll. Begitupun dengan laki-laki yang kuat, rasional, jantan, perkasa dll. Semua itu merupakan bentuk konstruksi dan kultur yang telah dibuat sendiri oleh masyarakat. Padahal kedua sifat yang katanya sudah menjadi kodrat laki-laki dan perempuan itu dapat tertukar atau dapat ditukarkan. Perempuan juga ada yang kuat, perempuan juga rasional, atau laki laki juga emosional, ada yang lemah lembut juga, nah itu yang dimaksudkan dalam konsep gender. Konsep gender yang selama ini sudah timpang, namun tetap diterima begitu saja oleh masyarakat. Padahal, lama-kelamaan konsep gender yang irasional ini perlahan melahirkan ‘ketidakadilan‘ bagi kaum laki-laki dan perempuan.

 

Memperjuangkan keadilan gender merupakan tugas berat karena melibatkan manusia secara emosional, keyakinan, bahkan sampai pada urusan negara. Solusi tentang masalah gender dapat dilakukan melalui upaya jangka pendek dan jangka panjang. Upaya jangka pendek difokuskan untuk menyelesaikan masalah-masalah praktis ketidakadilan gender; usaha jangka panjang untuk menemukan cara strategis dalam rangka memerangi ketidakadilan.

 

Terjadi dialektika yang sangat menarik dan timbul berbagai pertanyaan yang membuat diskusi semakin menarik. Melalui buku ini, Mansour Fakih membahas mengenai pengaruh analisis gender terhadap transformasi sosial (perubahan-perubahan sosial). Di bagian pertama, Mansour Fakih menulis sex dan gender sebagai dua konsep yang berbeda. Sex merupakan hal yang bersifat biologis, kodrat Tuhan, sesuatu yang tidak dapat ditukar. Sedangkan gender merupakan suatu hal yang dapat dikonstruksi oleh masyarakat baik secara sosial maupun kultural.

 

Namun pada realitanya, masyarakat masih memandang gender sebagai hal yang bersifat biologis padahal sebenarnya tidak. Akibatnya dapat menimbulkan ketidakadilan gender yang dapat termanifestasikan dalam berbagai bentuk. Contohnya seperti marginalisasi yang dapat bersumber dari tafsir agama, kebijakan pemerintah, tradisi kebiasaan, asumsi ilmu pengetahuan, dll. Lalu ada juga stereotipe yang memandang bahwa perempuan itu berdandan untuk mencari perhatian public, sehingga kaum perempuanlah yang kadang disalahkan jika terjadi kasus pelecehan seksual. Selebihnya stereotipe yang melihat perempuan sebagai sosok yang harus melayani suaminya di rumah sehingga mengakibatkan perempuan lebih banyak mendapatkan ranah domestik dibandingkan ranah lainnya. Kemudian konsekuensi dari relasi kuasa antara hubungan perempuan dan laki-laki yang berujung pada kekerasan seksual, pemerkosaan, KDRT, dan pornografi. Contoh terakhir yaitu mengenai pandangan bahwa perempuan itu harus rajin dan mengerjakan banyak hal sehingga banyak dipekerjakan di ranah domestik yang menyebabkan perempuan tidak dapat bersifat produktif. Ketidakadilan gender tersebut bersifat mengakar ke dalam keyakinan seolah-olah hal tersebut sifatnya kodratif padahal merupakan hal yang dikonstruksi baik secara sosial maupun kultural oleh masyarakat.

 

Kemudian pada bagian kedua, disajikan mengenai gerakan-gerakan feminisme dalam transformasi sosial yang dipandang melawan kodrat sehingga banyak ditolak masyarakat. Yang sebenarnya gerakan feminis berangkat dari adanya kesadaran untuk mengakhiri segala bentuk penindasan dan eksploitasi kaum perempuan. Mansour Fakih membagi gerakan feminisme tersebut menjadi dua aliran yaitu aliran fungsionalisme yang melahirkan feminisme liberal yang menjunjung tinggi hak-hak individu perempuan dan aliran konflik yang didalamnya termasuk feminisme radikal, feminisme marxis dan feminisme sosialis.
Mansour Fakih menekankan bahwa tanpa adanya analisis gender, gerakan feminisme sukar untuk melihat sistem dan struktur sehingga cenderung menjadi gerakan yang bersifat reduksionisme.

 

Bagian terakhir membahas tentang gerakan feminisme terhadap perubahan posisi buruh. Di mana hak asasi buruh perempuan harus ditinjau dari analisis kondisional dan analisis struktural yang saling berkaitan. Sebagaimana diketahui bahwa posisi buruh perempuan dalam pembangunan sangat bersifat problematis.

 

Singkatnya, hal yang diperlukan yaitu upaya strategis menyangkut perubahan persepsi dan asumsi masyarakat mengenai kaum perempuan sebagai usaha jangka panjang. Oleh karenanya feminisme masih memerlukan rumusan-rumusan dan memahami tantangannya sehingga dapat menghasilkan perubahan sosial.

 

Buku Analisis Gender dan Transformasi Sosial menurut mereka :

 

Buku ini memiliki analisis yang cukup kompleks dan memiliki keberpihakan yang jelas terhadap neolib dan pembangunan yang menyertainya. 

– Afifah

 

Sangat menarik melihat dikotomi gerakan feminis yang dilakukan oleh Mansour Fakih. Namun, terdapat analisis interseksionalitas yang sedang marak dan kemudian mungkin penting juga untuk dibahas. 

– Rahmat Hidayat

 

Buku tersebut sangat menarik karena membuka padangan bahwa perbedaan gender itu tidak bersifat kodratif, tapi merupakan sesuatu yang dikonstruksi sendiri oleh masyarakat. 

– Deby Novrianti

 

Buku Analisis Gender dan Transformasi Sosial Sangat menarik. 

– Alifah Nurfadhilah

 

Ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dan ada banyak pengetahuan baru, walaupun saya belum membacanya, namun dapat disampaikan oleh pemantik dengan baik dan diskusinya sangat luar biasa. Melalui buku terseut dapat mengubah konstruk atau pandangan dari seseorang terkait gerakan feminisme. 

– Sulindah H. Sultan

 

Buku dari Mansour Fakih ini sangat menarik untuk dibaca.

– Rosdiana

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *