BEM FKM UNHAS
PERIODE 2024-2025

LINGKUNGAN

Seiringan Dampak Positif Serta Negatif Pandemi Covid-19 Terhadap Lingkungan di Masyarakat

       Merebaknya pandemi Covid-19 telah banyak mengubah cara hidup masyarakat. Segala bentuk aktivitas kini harus beradaptasi dengan situasi untuk memperlambat laju penyebaran penyakit virus Corona sesuai dengan himbauan pemerintah. Sejumlah negara memutuskan untuk  melaksanakan karantina wilayah atau lockdown. Dalam hal ini, Indonesia memilih untuk melaksanakan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dimana dalam PSBB sejumlah instansi strategis masih diizinkan beroperasi.

 

Selain berdampak pada cara hidup masyarakat, adanya pandemi virus Corona juga turut memberi dampak pada lingkungan, akhir – akhir ini masyarakat dibuat terkagum dengan berbagai foto yang menunjukkan pemandangan tidak biasa, seperti cuaca cerah tanpa dihalangi asap polusi udara, kemudian jalanan yang tampak sepi tanpa kemacetan dan salah satu yang menarik perhatian adalah jernihnya kanal – kanal Sungai di Venesia yang biasanya ramai dikunjungi turis. Dari keadaan ini muncul satu pertanyaan, apakah benar kebijakan karantina wilayah atau lockdown berdampak pada kualitas lingkungan yang lebih baik ? Untuk menjawab pertanyaan ini mari kita lihat pada penelitian yang dilakukan oleh European Space Agency (ESA), dari data yang didapatkan melalui gambar satelit memperlihatkan adanya penurunan nitrogen dioksida (gas polutan udara) di sejumlah kota besar di berbagai negara seperti Paris, Madrid, dan Roma pada tanggal 14-25 Maret 2020 dibandingkan dengan data pada tahun 2019 lalu.

 

Jauh sebelum terjadinya pandemi Covid-19, berbagai negara di dunia telah dihadapkan pada permasalahan lingkungan global, yakni perubahan iklim. Parameter lingkungan yang cenderung membaik saat pandemi antara lain penurunan emisi CO2 dan NO2, peningkatan kualitas udara perkotaan, serta terjaganya keanekaragaman hayati. Sedangkan parameter persampahan dan kehutanan menunjukkan adanya penurunan. Membaiknya beberapa parameter lingkungan tersebut dikhawatirkan hanya bersifat sementara dan akan kembali memburuk jika aktivitas masyarakat serta ekonomi berjalan normal kembali.

 

Pembatasan aktivitas manusia selama masa pandemi Covid-19 dan berhentinya berbagai kegiatan ekonomi, termasuk beberapa sektor industri, telah berkontribusi pada penurunan emisi global. Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA) merilis bahwa emisi CO2 dunia tercatat mengalami penurunan hingga 17% akibat karantina Covid-19 yang diterapkan di berbagai negara. Hampir setengah (43%) dari penurunan emisi global selama puncak lockdown berasal dari sektor transportasi dan industri, terutama kendaraan bermotor dan pabrik manufaktur komersial (bbc. com, 24 Mei 2020). Selama masa pandemi, terjadi peningkatan kualitas udara perkotaan. Citra dari satelit NASA Earth Observatory menunjukkan kondisi Indonesia, CREA menyampaikan bahwa penurunan emisi maksimum mencapai 18,2%. Tingkat gas NO2 di Jakarta turun sekitar 40% dari level gas tersebut pada tahun lalu (bbc. com, 24 Mei 2020). Langit yang lebih bersih menjadi perhatian beberapa warga ibu kota dan sekitarnya selama PSBB. Meskipun emisi mengalami penurunan selama pandemi, namun belum terjadi perubahan secara luas dan berjangka panjang secara terukur. Menurut Carbon Brief perubahan ini hanya bersifat sementara. Efek pandemi ini belum dapat dikatakan bakal mendorong emisi CO2 global ke jalur menurun (Kurniawan, 2020).

 

Namun yang perlu menjadi catatan, penurunan polusi udara NO2 ini tidak serta-merta membuat kita dapat menyimpulkan bahwa kebijakan pembatasan aktivitas manusi dapat memberikan dampak besar terhadap lingkungan. Hal ini karena tingkat pencemaran polusi udara sendiri dapat berubah setiap waktunya, berdasarkan aktivitas kendaraan bermotor maupun industri, jika pada suatu waktu aktivitas industri atau lalu lintas kendaraan kembali meningkat dari sebelumnya, kualitas udara suatu wilayah dapat berubah juga. Akan berbeda jika ada perubahan gaya hidup yang masif untuk menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan saat maupun setelah pandemi ini.

 

Nah, pandemi covid-19 ini memiliki dampak negatif dan dampak positif bagi lingkungan hidup yang sangat berpengaruh dalam kehidupan. Salah satunya yaitu isu lingkungan yang merupakan permasalahan yang kompleks yang melibatkan banyak faktor untuk menjamin kelestarian lingkungan. Salah satunya adalah sampah, yang menjadi persoalan baru di tengah merebaknya pandemi virus Corona, penumpukan sampah medis tidak dapat dihindari, upaya penanganan yang masih terbatas menjadi salah satu hal yang akan berdampak besar terhadap lingkungan.

 

Peningkatan pembelanjaan kebutuhan pokok cenderung dilakukan melalui layanan seluler. Menurut survei yang dilaksanakan oleh Telunjuk.com, data menunjukkan dibeberapa e-commerce seperti Tokopedia, Shopee dan Bukalapak terdapat kenaikan belanja daring untuk kebutuhan pokok sekitar 400%, data diambil pada tanggal 2 Maret sampai 5 April.

 

Sampah plastik telah lama menjadi persoalan bagi lingkungan. Sebagian besar sampah plastik masih dibuang ke tempat pembuangan akhir bahkan ke laut tanpa proses pengelolalaan lebih lanjut sehingga menggangu ekosistem laut. Ellen Macarthur menyebutkan bahwa pada tahun 2050 sampah plastik akan lebih banyak jumlahnya dibanding ikan di lautan, jika ini terjadi maka akan mengganggu rantai makanan dan ekosistem.  Maka dari itu pada masa pandemi ini, pengelolaan sampah plastik harus segera diperhatikan pengelolaannya dan diminimalisir penggunaannya. Adanya Pandemi Covid-19 telah banyak mempengaruhi sejumlah aspek kehidupan. Banyak negara dalam hal ini mulai menerapkan sejumlah kebijakan untuk membatasi segala bentuk aktivitas. Melalui berbagai pemberitaan disebutkan bahwa kebijakan lockdown ini membawa dampak pada membaiknya kualitas udara, namun sebenarnya permasalahan baru muncul yakni permasalahan sampah plastik yang meningkat dikarenakan pemusatan aktivitas di rumah – rumah. Perlu adanya kebijakan strategis dari pemerintah dan masyarakat untuk memilih opsi yang lebih ramah lingkungan dalam menghadapi permasalahan lingkungan di masa pandemi Covid-19. Karena permasalahan pada lingkungan juga penting dan butuh upaya masif dan konsisten untuk mencegah kerusakan lingkungan.

 

Referensi

Suryani, A. S. (2020). Dampak Pandemi
Covid-19 Terhadap Lingkungan Global. Info Singkat, 12.


https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/17/190300123/dampak-pandemi-virus-corona-pada-lingkungan-polusi-udara-global-turun?page=all.

https://kophi.or.id/dampak-merebaknya-pandemi-covid-19-terhadap-lingkungan/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *